Anggota DPD Soroti Layanan BPJS Kesehatan Lampung

0
149

Anggota DPD Soroti Layanan BPJS Kesehatan Lampung

id
Anggota DPD Soroti BPJS Kesehatan Lampung, BPJS Kesehatan Lampung Disoroti, BPJS Kesehatan

Anggota DPD Soroti Layanan BPJS Kesehatan LampungPertemuan anggota DPD Andi Surya dengan jajaran BPJS Kesehatan Lampung, di Bandarlampung, Jumat (5/8). (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

"Silakan, bagi siapa saja yang ingin melapor harap nama RS, kapan kejadian dan pelayan loketnya siapa untuk kami tangani segera. Semua laporan itu harus disampaikan kepada pihak BPJS kami yang ada di RS tersebut," ujarnya.

Bandarlampung (ANTARA Lampung) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Andi Surya menyoroti pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan di Provinsi Lampung untuk melihat dan mengangkat keluhan pemerataan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Senator asal Lampung itu, dalam kunjungan kerja ke kantor BPJS Kesehatan Lampung, di Bandarlampung, Jumat, menyampaikan sejumlah isu yang ada berkaitan pelayanan BPJS Kesehatan, yaitu tentang ruang rawat inap yang kurang, rujukan yang berjenjang, kurang sosialisasi dan klaim-klaim yang diajukan oleh rumah sakit dengan pemberlakuan biaya BPJS, dan beberapa keluhan lain dari masyarakat seputar BPJS Kesehatan itu.
Andi diterima oleh Kepala Cabang BPJS Regional 13 Benyamin Saut Parulian Simanjuntak, dan Kepala Kantor Cabang Utama BPJS Lampung Sofyeni beserta jajarannya.
Kondisi progres di lapangan, isu-isu di setiap provinsi selalu diterima dan menjadi masukan, menurut Benyamin yang membawahi wilayah Banten, Kalimantan Barat, dan Lampung ini, ada beberapa solusi yang dikedepankan.
Pertama, keterbatasan tempat tidur terkait dengan peningkatan pelayanan, yaitu terdapat dua tingkatan pelayanan, pelayanan di tingkat pertama dan pelayanan di tingkat lanjutan.
Menurut dia, agar tidak terjadi penumpukan di tingkat lanjutan, peningkatan di tingkat pertama dengan memberikan indikator-indikator tertentu di tingkat puskesmas.
Di Kota Bandarlampung terdapat 30 puskesmas yang sudah menerapkan kapasitas berbasis kinerja dengan indikator-indikator tertentu.
Dia juga menjelaskan upaya mengoptimalkan dashboard rumah sakit. Tahapan awal, aplikasi sudah tersedia. Menurutnya, kesepakatan semua rumah sakit menyatakan kesiapan ruangan.
"Setiap transaksi yang terjadi di rumah sakit beraplikasi dan berlink dengan BPJS. Jadi rumah sakit tidak dapat menutup-nutupi ketersediaan kamar atau ruang ICCU, misalnya," katanya.
Begitu pula dibuat zona-zona tertentu agar tidak terjadi penumpukan pasien di satu rumah sakit saja, ujarnya.
Ia menjelaskan, BPJS Lampung memiliki tiga kantor, yaitu Kantor Cabang Utama yang berada di Bandarlampung meliputi juga wilayah Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran.
Lalu, Kantor Cabang Metro tipe A, meliputi Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji.
Kemudian, Kantor Cabang Kotabumi tipe B, meliputi Kabupaten Lampung Utara, Waykanan, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.
Fasilitas kesehatan tingkat I ada 217 yaitu dokter keluarga, rumah sakit tipe D, dokter gigi tersebar di seluruh kabupaten/kota di Lampung.
Seluruh rumah sakit yang ada di Lampung berjumlah 42. Rata-rata jika sudah ada izin operasional telah bekerjasama dengan BPJS.
Permasalahan yang dihadapi BPJS Kesehatan Lampung, seperti disampaikan oleh Edmond, Kanit Penagihan dan Keuangan, di antaranya ada pemda yang menyetorkan iuran kesehatan tidak tepat waktu.
Dia juga mengungkapkan, belum semua pemda melaporkan bukti setor yang rutin kepada BPJS Kesehatan sehingga pola jemput bola sering terjadi.
"Ada beberapa pemda daerah untuk menghitung bukti iuran setor wajib PNS, dari sumber 2 persen potongan gaji, BPJS yang turun menghitung langsung," ujarnya.
Namun untuk Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji termasuk kabupaten yang tertib dalam pelaksanaan administrasi BPJS Kesehatan.
Menanggapi banyak keluhan atau keingintahuan masyarakat seputar layanan dan program-program BPJS Kesehatan, diharapkan bisa menghubungi call center yang bisa diakses 24 jam di nomor 1500400.
Kepala Cabang BPJS Regional 13 Benyamin Saut juga menegaskan pihaknya segera menegur RS yang masih kedapatan antrean panjang pasien BPJS, apalagi ada dokter yang sampai menelantarkan pasien.
Pihaknya juga akan merespons secara cepat laporan jika terjadi hal tersebut.
"Silakan, bagi siapa saja yang ingin melapor harap nama RS, kapan kejadian dan pelayan loketnya siapa untuk kami tangani segera. Semua laporan itu harus disampaikan kepada pihak BPJS kami yang ada di RS tersebut," ujarnya.

Editor: Budisantoso Budiman

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Tweets by @antaralampung

LEAVE A REPLY