Anggaran BUMKam Srikaton, Seputih Surabaya Lampung Tengah Diduga Fiktif

0
419

Lampung Tengah, Lampungsai.com – Program Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam), Kampung Srikaton, Kecamatan Seputih Surabaya, TA 2018 anggaran penyertaan modal lebih kurang sebesar Rp66 Juta, diduga fiktif. Atas ketidakjelasan Program tersebut, pengurusn BUMKam, mengundurkan diri sejak Tahun Anggaran berjalan 2018. Terkait ini, Pj Kakam dan Camat Seputih Surabaya belum dapat dikonfirmasikan.

Diketahui, Perwakilan Warga Kampung Srikaton telah sejak lama meminta pihak Inspektorat, Tipikor Polres serta Kejaksaan setempat, untuk melakukan audit anggaran BUMKam tersebut. Belum juga ada tanggapan dari pihak Inspektort, saat tim media menghubungi via Telephon Kepala Inspektorat Muhibat, guna konfirmasi pelaksanaan audit BUMKam tersebut. Minggu, 05 April 2020.

Salah satu warga Kampung Srikaton yang juga eks anggota BUMKam Srikaton, Haryadi mengungkapkan, indikasi fiktif anggaran BUMKam TA 2018, sampai saat ini warga Srikaton tidak mengetahui apa bentuk kegiatan dan kemana anggaran yang telah dikucurkan.

“Sepengetahuan saya, AD-ART BUMKam ini diperuntukan penguatan Modal Usaha Warga diantaranya untuk Pengembangbiakan Ternak Kambing dan Simpan Pinjam. Namun hingga saat ini, kegiatan ini tidak diketahui seperti apa, mulai dari lokasi tempat (Pengembangbiakan Kambing) dan siapa anggota Simpan Pinjam dari program tersebut,”katanya.

Perlu diketahui juga bahwa, Haryadi melanjutkan, di TA 2018 pengurus BUMKam Srikaton, mulai dari Ketua atas nama Agus Salim dan seluruh pengurusnya telah mengundurkan diri dengan alasan tidak tahu apa yang dikerjakan, terlebih dana penyertaan modal dari Kampung, tidak pernah diterima oleh para pengurus BUMKam.

“Mungkin realisasi penyertaan modalnya terealisasi, namun tidak sampai ke tangan pengurus BUMKam. Wajar saja jajaran pengurusn tidak mengetahui dan bingung apa yang harus dikerjakan. Atas nama warga Kampung Srikaton meminta pihak Inspetorat dan Kejaksaan serta Tipikor Polres Lampung Tengah, dapat segera melakukan audit dan tindakan hukum terkait dana BUMKam Srikaton yang diduga fiktif ini,”ungkapnya.

Direncanakan perwakilan Tokoh warga Kampung Srikaton, akan melaporkan hal ini ke Bupati, Kepala Kejari beserta Tipikor Polres Lampung Tengah. (Tim)

LEAVE A REPLY