Anggaran BBM Dan Rutin Mobil Damkar Mesuji Patut Dipertanyakan Penggunaannya

0
245

Mesuji, Lampungsai.com – Penggunaan atau penyerapan anggaran BBM Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mesuji dan anggaran perawatan rutin Unit Damkar patut dipertanyakan. Kasat Pol PP nyatakan tidak mengetahui soal anggaran BBM. Kabid Damkar mengaku anggaran BBM Damkar masing menggunakan dana talangan.

Kondisi unit Damkar yang kurang memadai alias siap operasi, menjadi kendala serius para petugas Damkar. Hal ini muncul dari setiap kejadian kebakaran, Petugas Damkar selalu terlambat tidak bergerak cepat atau respon cepat.

Hasil penelusuran Lampungsai.com, soal BBM dan Unit Damkar menjadi kendala serius. Sebagaimana di ungkapkan, petugas damkar yang enggan di kutip namanya bahwa, setiap informasi terjadi kebakaran, petugas kelabakan karena unit damkar sering mogok. Selain itu juga petugas harus mencari BBM, dikala Unit Damkar tidak ada BBM.

Mobil Damkar saat mogok di jalan, hendak menuju lokasi kebakaran./Arsip/Baginda

“Inilah sebenarnya yang terjadi, maka maklum jika sering terlambat tiba dilokasi kebakaran selalu mencari dan mengisi BBM terlebih dahulu, bahkan pernah tidak bisa berangkat ke lokasi kebakaran karena BBM kosong,”ungkap petugas tersebut. Jumat, 12 September 2019.

Petugas tersebut menceritakan pengalamannya, kejadian serupa terjadi lagi pada Kamis 12 September 2019, mendapat laporan dari masyarakat Desa Sritanjung, Kecamatan Tanjung Raya bahwa ada kebakaran lahan di daerah tersebut.

Namun, mobil damkar tidak bisa langsung berangkat ke lokasi, melainkan harus mengisi BBM terlebih dahulu, di saat akan mengisi BBM jenis solar  ternyata di pertamina Desa Brabasan, tidak tersedia(kosong), alhasil BBM mobil tersebut tidak terisi.

Akibat kejadian tersebut mobil damkar ngadat sampai pukul 15.00 WaiB, terlihat mobil damkar  masih di perbaiki.

“Kalau hal seperti ini terus terjadi, maka kami sebagai petugas  yang di lapangan yang di buat susah. Kemana anggaran BBM kendaraan damkar ini, kalo para petinggi tidak tahu keadaan di lapangan, yang tahu itu kami. Tapi keluhan kami seolah tidak pernah di dengar,”ulasnya.

“Masih mending kalo lahan yang kebakaran, kalau seandainya rumah atau gedung, mungkin habis dulu bangunannya, baru mobil damkar datang karena harus mencari-cari BBM terlebih dulu,”cerita petugas damkar mengeluh.

Terkait hal ini, Kepala Satuan Pol PP yang membawahi unit Damkar, Widada mengaku tidak mengetahui soal anggaran BBM mobil damkar, melainkan pejabat pelaksana teknis kegiatan(PPTK) lah yang lebih tahu.

“Saya kurang tahu, kalau anggaran BBM mobil damkar itu, coba nanti saya tanya PPTK -nya,”katanya.

Terpisah, Kabid Damkar, Maulana menjelaskan, anggaran BBM mobil damkar itu ada, tetapi masih berbentuk talangan. Sampai saat ini, anggaran BBM yang di terima pihaknya baru 4 bulan saja.

“Ada anggaran BBM  itu, tapi terus terang saja, tersendat di tahun 2019 ini uang BBM yang di terima baru 4 bulan saja. Dan perlu di ketahui, mobil damkar Mesuji ada 2 unit, yang satu sudah lama di servis di Bandar Jaya Lampung Tengah, yang satu ini, ya seperti ini kondisinya sangat memprihatinkan. Soal sering kehabisan BBM itu siapa yang bilang,”bantahnya.

Di waktu terpisah, PPTK Damkar Sat Pol PP, saat di hubungi via telephone, menjelasakan, anggaran BBM mobil damkar itu ada untuk dua unit  kendaraan.

Rincinya kendaraan yang kecil sebesar Rp2.250.000 dan kendaraan besar Rp.2.500.000/bulan, sampai saat ini bidang damkar sudah menerima sebanyak 3 Bulan untuk dua kendaraan.

“Anggaran BBM damkar ada. Kemudian untuk masalah teknis di lapangan, saya tidak tahu,”ungkapnya singkat.(Baginda)

LEAVE A REPLY