AJO Indonesia Berdiri Punya Komitmen, Ubah Paradigma Jurnalis Konvensional Ke Dunia Digital

0
57
Ketum DPP AJO Indonesia, Rival Achmad Labbaika (berkacamata) bersama dengan Dewan kehormatan AJO Indonesia, Moeldoko./Red

Batam, Lampungsai.com – Berdirinya Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia, bukan sekedar organisasi mempersatu media dan insan pers. AJO Indonesia memiliki komitmen untuk mensejahterakan para pelaku atau insan pers media online yang tergabung dalam wadah organisasi AJO Indonesia.

“Media online yang berkembang saat ini, masih terbatas pada pemanfaatan teknologi internet dari sisi konten media. Dari ini,  AJO Indonesia akan membuka sekaligus masuk dalam peluang yang ditawarkan teknologi internet dari sisi bisnisnya,”

Demikian disampaikan Ketua umum DPP AJO Indonesia, Rival Achmad Labbaika, Senin 07 Mei 2018.

Dijelaskan Rival,  AJO Indonesia lebih dari sekedar mempersatukan pelaku media online, memiliki komimen bagaimana media online sebagai bisnis, mampu bersaing dan berkembang sebagai sebuah industri.

Dalam hal ini, tentunya tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip pers yang independen dan profesional, melalui pembinaan dan peningkatan mutu para insan pers yang tergabung dalam organisasi AJO Indonesia.

“AJO Indonesia memiliki platform dan pemikiran pengembangan industri digital berbasis digital marketing. Dalam industri digital banyak yang menjadi income. Nah, di sini AJO Indonesia ingin berbagi. Dalam seminar nanti akan disampaikan semua. Untuk itu kami membutuhkan suport media di Indonesia, khusunya Kepri,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rival Achamd Labbaika juga memberikan pemahaman konsep SEO, menurutnya,  hal tersebut menjadi hal penting untuk dipahami oleh pelaku industri digital dalam hal ini Online Media termasuk dalam industri digital itu sendiri.

“Saya tak pernah meragukan kemampuan jurnalistik serta pemahaman jurnalistik teman teman media yang ada saat ini, terutama media-media yang tergabung dalam AJO Indonesia.  Sudah jadi sebuah keharusan bagi pemilik media, pun pemimpin redaksi, juga para senior redaktur hingga jurnalis dan reporter media-media yang tergabung dalam AJO Indonesia, untuk merubah paradigma dan pola pikir jurnalis konvensional ke dunia digital,”ungkapnya. (Tim)

LEAVE A REPLY