Abrasi Way Semaka, Warga Sekitar DAS Harap Pemkab Segera Lakukan Tindakan

0
71

Tanggamus, Lampungsai.com – Pasca banjir yang melanda beberapa wilayah sepanjang aliran sungai Way Semaka, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus beberapa waktu yang lalu, Sisakan trauma warga sekitar aliran dan berharap Pemerintah setempat segera mengambil tindakan nyata sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana banjir susulan.

“Peran pemerintah sangat penting dalam menghadapi bencana, terlebih Tanggamus adalah daerah termasuk kategori rawan bencana, khususnya Kecamatan Semaka sekitaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Semaka,”kata warga DAS Way Semaka, Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Misnan (45).

Misnan juga menceritakan keadaan yang dialami keluarganya, yang sampai saat ini masih merasa cemas dan khawatir. Terlebih jarak rumahnya yang sebelumnya berjarak ratusan meter dari bibir sungai, kini semakin dekat, berjarak 10 Meter dari bibir sungai. Kondisi itu terjadi, disebabkan abrasi sungai Way Semaka dan menjadi momok dikala malam hari hujan turun.

“Longsor (abrasi -red) disungai ini sudah terjadi sejak lama dan ada se-hektare yang telah longsor, kejadian ini semenjak banjir dahulu. Dulu jarak rumah saya dengan sungai ada ratusan meter, sekarang tinggal sepuluh meter lagi sehingga keluarga saya merasa was-was jika hujan turun,”ungkapnya. Minggu, 03 Februari 2019.

Masih penuturan Misnan, sejak terjadinya abrasi sungai Way Semaka, dua rumah tetangganya yang sudah dibongkar oleh pemiliknya. Mereka telah pindah jauh dari aliran sungai tersebut, sebab tanah bangunan rumah mereka yang ditempati mereka beberapa waktu yang lalu telah menjadi aliran sungai.

“Saya berharap, Pemerintah daerah maupun Pemerintah pusat segera menormalisasi sungai ini, walau tidak diberonjong atau di tanggul, pemerintah bisa mengupayakan untuk mengeruk pulau yang ada ditengah sungai itu. Sehingga aliran sungai ini dialihkan agar tidak menerjang ke arah pemukiman kami,”harapnya.

Ditegaskan juga oleh Kepala Pekon Sripurnomo, Mat Mizar. Menurutnya, jika tidak segera ditanggulangi, abrasi tersebut bukan saja satu atau dua rumah warga yang terdampak, namun seluruh rumah di Pekon Sripurnamo akan terkena dampak abrasi sungai tersebut.

“Pihak kami telah berupaya menyampaikan proposal disetiap Reses Dewan atau di Musrenbang, dengan harapan segera di tanggulangi. Namun kami juga maklum, mungkin Pemerintah Daerah terkendala dana, ya kami sekalu Kepala Pekon mewakili warga mau bilang apa, hanya bisa berharap,”katanya.

Mengenai Abrasi sungai Way Semaka, Mat Mizar menuturkan, kejadian ini sudah berlangsung lama, ditambah lagi Pekon Sripurnomo termasuk wilayah yang menjadi langganan banjir jika hujan lebat.

“Maka itu, mewakili warga, berharap kepada  Pemerintah Daerah, seandainya jika memang dananya tidak mencukupi untuk mengcover menormalisasi sungai Way Semaka, kemungkinan bisa diusulakn ke Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat. Jangan sampai dibiarkan,”ungkapnya.

Dilain pihak, Pj Sekda Kabupaten Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis, menerangkan, pihak Pemerintah Daerah telah berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi dampak dari bencana yang terjadi akhir-akhir ini, baik berupa reaksi cepat, jangka menengah atau jangka panjang.

Ketika ada bencana atau musibah yang menimpa wilayah di Kabupaten Tanggamus, kami langsung menerjunkan tim riaksi cepat gabungan dari Dinas terkait ke daerah bencana.

Sedangkan untuk jangka menengah, pihak Pemkab telah memetakan daerah-daerah yang rawan bencana dan telah membentuk tim penanggulangan pasca bencana. Dan untuk jangka panjang, Bupati Tanggamus telah meluncurkan program Bude’sari yaitu program penanaman pohon dengan melibatkan instansi pemerintah dan semua element masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

Terkait pemukiman warga yang ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Semaka, Pj Sekda mengatakan, Pemkab Tanggamus telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan mengajukan proposal untuk menanggulangi banjir dan abrasi yang disebabkan meluapanya Way Semaka.

“Saat ini Kabupaten Tanggamus terus ditimpa musibah bencana, oleh sebab itu dengan anggaran yang ada di Pemkab Tanggamus tidak mencukupi untuk mengcover semuanya. Kami upaya dengan Jemput Bola ke Pemerintah Provinsi dan mengupayakan agar secepatnya ditindak lanjuti. Untuk saat ini, dihimbau ke masyarakat, agar sementara tidak tinggal didaerah beresiko rawan bencana,”ungkapnya.(Tim AJOI/Red)

LEAVE A REPLY